Menjadi Orang Kristen yang BerpengaruhMatius 5:13-14
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”
 
Menjadi “garam dan terang dunia” maksudnya adalah memberikan pengaruh positif kepada dunia, Cara kita memberikan dampak dan pengaruh kepada dunia adalah: pertama, kualitas hidup kita yang tinggi, kedua, pengetahuan kita akan kebutuhan manusia, ketiga, kemampuan kita untuk mengenali kebutuhan dunia yang telah jatuh.
 
Dalam Lukas 19:11-27 Yesus mengajarkan perumpamaan tentang mina. Seorang bangsawan yang akan pergi ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan sebagai Raja memberikan sepuluh mina kepada sepuluh orang hambanya untuk diusahakan. Ketika ia kembali, ia memanggil hamba-hambanya untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka.  Sang Raja (yang menggambarkan Yesus) mengharapkan keuntungan dari hasil dagang hamba-hambanya. Saudara perlu mengembangkan bakat, talenta, dan kemampuan Saudara sampai Yesus datang kembali.
 
Dari perumpamaan ini Yesus mengajarkan kepada kita lima pelajaran berharga. Pertama, Tuhan mengharapkan kita untuk berprestasi di dalam bidang kita masing-masing, bahkan di dalam dunia yang memberontak kepada ke-Tuhanan Kristus. Kedua¸ Yesus sedang mencari perkembangan terukur di dalam waktu tertentu. Ketiga, derajat prestasi kesuksesan Saudara di dunia kerja berbanding lurus dengan derajat pengaruh dan kekuasaan yang Saudara miliki terhadap kota Saudara. Keempat, kekuasaan atas kota-kota itu tidak dirahi secara otomatis tetapi didapat lewat usaha. Kelima, pengaruh dan hormat datang melalui pelayanan.