Gempa KegerakanMatius 27:51
“Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,”
 
Pada tanggal 18 April 1906, gempa berkekuatan 8,2 SR meratakan pusat kota San Fransisco. Tetapi LA Times, koran yang terbit di kota yang berjarak 600 km dari kota itu malah menampilkan berita “gempa lain”. “Gempa” kebangunan rohani yang melawat banyak orang terjadi di Azusa Street, yang kemudian menjadi cikal bakal kegerakan Pentakosta. Kegerakan ini adalah kegerakan rohani terbesar dalam sejarah gereja dengan pengikut 1,2 milyar orang di seluruh dunia. Dalam Alkitab Perjanjian Baru ada 4 gempa yang terjadi.
 
Pertama, gempa pada waktu Yesus mati (Matius 27:45-54).
Tirai Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah (ay 51). Lewat kematian Yesus maka tirai batas yang memisahkan kita dari hadirat Tuhan dihapuskan. Kematian Yesus membayar harga dosa kita, sehingga kita bisa berhubungan langsung dengan Allah Bapa tanpa pengantara lagi (Roma 5:10).
 
Kedua, gempa pada waktu Yesus bangkit (Matius 28:1-6)
Kebangkitan Yesus dari antara orang mati memberikan jaminan kemenangan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Maut tidak berkuasa menghadapi kekuatan Tuhan Yesus Kristus (Roma 1:4). S’bab Dia hidup ada hari esok! 
 
Ketiga, gempa pada waktu Gereja berdoa (Kisah Para Rasul 4:23-31).
Saat itu gereja sedang mengalami aniaya dan Injil tidak boleh diberitakan. Mereka tidak berdoa minta dijauhkan dari aniaya, tetapi berdoa supaya diberikan keberanian memberitakan Firman (ay 29).
 
Keempat, gempa pada waktu Gereja menjangkau orang terhilang (Kisah Para Rasul 16:22-26, 29-33). 
Paulus dan Silas dipenjara dan dibelenggu karena memberitakan Injil (ay 24). Tetapi mereka memutuskan untuk memuji Tuhan apapun keadaan mereka (ay 25), akhirnya belenggu terlepas dan kepala penjara sekeluarga diselamatkan! (ay 26,33). Jika kita menjangkau orang terhilang maka akan terjadi “gempa kegerakan”.