Rahasia Kebesaran Tuhan1 Samuel 16:7
“Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
 
Perhatikan kata “hati”. Kunci menjadi orang besar menurut Tuhan ditentukan oleh karakter, bukan oleh reputasi. Raja Daud adalah salah satu orang besar yang pernah hidup. Dia adalah seorang gembala, pemain musik, penulis lagu, raja, jenderal besar, pemimpin besar, pembunuh raksasa, dann daftarnya masih panjang lagi. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 13 Tuhan sama sekali tidak menyinggung pencapaian Daud. Yang membuat Tuhan terkesan adalah hatinya Daud. Ada empat ujian yang dialami oleh hati Daud dan bagaimana responnya.
 
Pertama, Dosa. Respon Daud terhadap dosa adalah hati yang bertobat. Waktu itu Daud diperhadapkan pada dosanya, setelah dia berzinah dan merancang pembunuhan, Daud tidak menyembunyikannya. Walaupun dia adalah seorang raja, dia tidak mengingkarinya atau mencari kambing hitam. Tuhan tahu kita tidak sempurna, bisa melakukan kesalahan atau kegagalan. Yang Tuhan inginkan adalah agar kita menyadari, mengakui dosa-dosa kita dan bertobat daripadanya. Kalau kita ingin jadi besar dalam pemandangan Tuhan, kita perlu berjalan dalam kebenaran, jangan pakai topeng, jangan ada dosa tersembunyi. Kita menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23). Daud lebih fokus pada pengampunan Tuhan daripada kegagalannya, itulah sebabnya Tuhan mengatakan Daud adalah orang yang berkenan di hati Tuhan. Saudara, Tuhan tidak akan menolak hati yang bertobat (Mazmur 51:19).
 
Kedua, stress. Respon Daud pada tekanan adalah hati yang percaya (Mazmur 118:5-6). Daud mengalami masalah-masalah berat dalam hidupnya. Dia menghadapi peperangan dengan bangsa sekitarnya, berperang lawan raksasa, lari dari Saul, sembunyi di goa selama bertahun-tahun, dan masalah-masalah keluarga. Mazmur 116 melukiskan saat-saat tergelap dalam hidup Daud. Daud hampir mati tetapi dia berseru kepada Tuhan minta pertolongan (ay 4 ). Dalam keadaan patah semangat dan putus asa, Daud merenungkan bagaimana cara dia bisa menyembah dan memberi bagi Tuhan (ay 8,12). Dengan iman, membangkitkan semangat dirinya sendiri untuk memuji Tuhan (ay 13,14,17). Waktu tidak ada orang lain yang bisa membangkitkan semangatnya, Daud membangkitkan sendiri semangatnya (ay 30).
 
Segala sesuatu dalam hidup ini didasarkan pada komitmen. Buatlah komitmen pada Tuhan dengan berkata:”Tuhan aku memang belum sempurna, tetapi aku ingin menjadi orang yang berkenan di hatiMu.” Hal ini akan membuka pintu bagi Saudara untuk menjadi orang besar!