Tidak ada yang mustahil bagi TuhanMarkus 10:27
“Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”
 
Kalau kita ingin yang terbaik dari Tuhan di dalam kehidupan kita, kita harus melihat segala hal dari sudut pandang Tuhan, bukan sudut pandang kita. Kita perlu memperbaharui pola pikir kita. Kita perlu berpikir seperti Tuhan berpikir, kita perlu pola pikir-Nya Tuhan. Kalau kita ingin punya pola pikir-Nya Tuhan, kita perlu menerapkan dua hal sederhana dalam sistem kepercayaan kita.
 
Kebenaran pertama: “Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”
Tidak peduli apa kata orang, kebenarannya adalah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan! Waktu Tuhan memperkenalkan diri-Nya dalam Perjanjian Baru, Dia memperkenalkan diri sebagai Tuhan yang bisa membuat segala sesuatu mungkin! (Matius 19:26, Lukas 1:36-38). Demikian juga dalam Perjanjian Lama (Yeremia 32:26-27). Kadang sama seperti Sara, kita menertawakan janji Tuhan tentang kita (Kejadian 18:13-14). Atau mungkin kita menangis, sama seperti Maria dan Marta menangis waktu Lazarus meninggal. Tetapi Yesus mengatakan : seandainya kita tidak kurang percaya, tidak ada yang mustahil (Matius 17:20). Salah satu hal mengapa Paulus dianiaya adalah karena dia mengkotbahkan tentang Yesus yang telah bangkit, Yesus hidup! (Kisah Para Rasul 26:8). 
 
Kebenaran kedua: “Apapun yang Tuhan firmankan pasti terlaksana.”
Kalau Tuhan sudah mengatakannya, tidak ada orang, keadaaan, atau kuasa yang bisa menghentikan Tuhan untuk melakukan tujuan-Nya (Yesaya 14:26-27). Dalam Markus 4:35-41 Yesus memberikan perintah “bertolak ke seberang.” Ini adalah skenario yang umum terjadi dalam pengalaman kehidupan kita. Dalam hidup ini kita pasti akan menghadapi badai dan pencobaan besar. Tetapi kalau Tuhan sudah berkata “bertolak ke seberang”, kita pasti akan bisa bertolak ke seberang. Yesus mengatakan kepada Paulus bahwa dia akan memberitakan Injil di Roma (Kisah Para Rasul 23:11). Satu ayat sesudah itu setan melakukan persekongkolan untuk membunuh Paulus (ay 12). Tetapi Paulus selalu terlepas dari usaha orang Yahudi untuk membunuh dia. Setelah dipenjara selama 2 tahun, dia melanjutkan perjalanannya dan terdampar di Malta, dan pada saat berdiang seekor ular  beracun memagut dia. Perjalanan Paulus penuh rintangan, banyak masalah, tetapi tidak ada yang bisa menghentikan Tuhan dari rencana-Nya.
 
Tidak peduli betapapun sukarnya situasi, pahamilah: 1.“Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”, 2. “Kalau Tuhan sudah berfirman, maka hal tersebut pasti terjadi.” Buka hati Saudara, ijinkan Roh Kudus memimpin Saudara langkah demi langkah. Waktu Tuhan mengerjakan sesuatu, hal tersebut selalu lebih tinggi dan lebih besar dari diri kita.