Identitas SayaYeremia 1:5
“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa .”
 
Seperti Yeremia, Saudara sudah ada dalam pikiran Tuhan jauh sebelum dilahirkan. Keberadaan Saudara tidak dimulai di rahim ibu Saudara. Keberadaan Saudara dimulai dari pikiran Tuhan, di dalam kekekalan. Kita bukan produk dari waktu, tetapi kita adalah produk kekekalan yang ditempatkan dalam kerangka waktu. Tuhan telah menaruh rencana dan tujuan yang ada dalam kekekalan di dalam hati dan kemudian menempatkannya dalam kerangka waktu (Pengkhotbah 3:10-11).  
 
Kita harus merasa seperti orang asing atau musafir dan pendatang di bumi ini, menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah (Ibrani 11:13,10). Saudara ada di dalam dunia tetapi tidak berasal dari dunia (Yohanes 17). 
 
Segala sesuatu dalam hidup ini ada tujuannya, ada alasan eksistensinya, dan memiliki kontribusi dalam rencana ilahi Tuhan yang sangat besar (Pengkhotbah 3:1 ~KJV). Tuhan punya tujuan bagi kehidupan Saudara di dunia ini. Musa mengawali hidup dengan buruk. Dibesarkan tanpa orang tua, tetapi Tuhan melatih dia di Mesir dengan suatu tujuan untuk menjadi pemimpin dari tiga juta orang Israel dan memulai suatu bangsa baru. Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan segala hal yang ada dalam kehidupan Saudara. Waktu Saudara berjalan dalam tujuan kehidupan Saudara, hal-hal buruk bisa terjadi, tetapi semuanya akan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi Saudara. 
 
Merupakan tanggung jawab Saudara untuk menemukan sepotong kekekalan yang mewakili takdir ilahi Saudara dan kontribusi Saudara dalam masyarakat. Kadang-kadang Roh Kudus memberikan kepada kita sekilas kekekalan – déjà vu (Pengkhotbah 3:11 ~Amplified). Saudara tidak kebetulan ada di dunia ini. Jadilah saksi Tuhan bagi dunia ini (Kisah Para Rasul 1:8).