65881929 2074656905977736 1478443956508295168 n 2Mazmur 23:4
“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.
 
Hidup adalah campuran antara kesedihan dan kebahagiaan, kemenangan dan kekalahan, sukses dan kegagalan, pengalaman puncak gunung dan lembah kelam. Tetapi Galatia 6:9 mengatakan, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” 
 
Dalam 1 Petrus 1:6,7a dikatakan Saudara harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan, untuk membuktikan kemurnian iman Saudara. Kita tidak membangun iman lewat pengalaman puncak gunung, tetapi justru dalam pengalaman lembah kelam kehidupan. Apa yang harus Saudara lakukan ketika berjalan dalam pengalaman lembah?
 
Pertama, jangan takut.
Segala yang kita lakukan dalam hidup ini ada resikonya, tetapi Tuhan tidak ingin kita takut (2 Timotius 1:7).
 
Kedua, jangan patah semangat.
Mazmur 23:4 mengatakan “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman…” Daud berjalan, tidak lari. Dia melangkah dengan tenang, penuh percaya diri dalam pengalaman lembah, Lembah adalah sesuatu yang harus dilalui, tidak bisa dihindari. Patah semangat adalah masalah pilihan.
 
Ketiga, dekatkan diri pada hadirat Tuhan.
Mazmur 23:4 mengatakan “…sebab Engkau besertaku;..” Saudara tidak pernah melewati pengalaman lembah sendirian, Tuhan berjanji hadiratNya akan selalu menyertai. Justru dalam pengalaman lembahlah Saudara bisa berjumpa muka dengan muka dengan Tuhan.
 
Keempat, bergantung pada perlindungan dan pimpinan Tuhan.
Mazmur 23:4 mengatakan “…gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.” Gada dipakai gembala di jaman dahulu untuk melindungi domba-dombanya dari binatang buas. 
Tongkat digunakan oleh gembala untuk memimpin domba mendekat pada dirinya. Kalau Saudara berjalan melewati lembah, Saudara tidak menjalaninya sendirian. Tuhan menggunakan tongkat dan gadaNya untuk melindungi dan memimpin Saudara.