doa yg mengubahkan 3Lukas 18:1

“Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”

Beberapa orang berkata bahwa ketika Saudara membuat permintaan pertama kepada Allah, itu adalah iman. Kedua kalinya Saudara berdoa, menggambarkan ketidakpercayaan. Itu adalah cara berpikir yang salah tentang doa. Dalam Lukas 18:2-8, Yesus mendorong kita untuk berdoa dan berdoa lagi, dan sampai ita mendapatkan jawaban doa kita. Kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Iman adalah doa yang tekun, berteriak kepada Allah siang dan malam untuk sebuah jawaban. Sikap iman adalah mengerti bahwa sebuah visi memerlukan waktu untuk terlaksana. 

Matius 7:7 (Greek) : “Mintalah dan tetap meminta, carilah dan tetap mencari, ketuklah dan tetap mengetuk.” Hanya dengan ketekunan yang kuat Saudara akan menerima jawaban atas doa-doa Saudara. Tidak heran seorang Bartimeus yang buta tidak bisa diam. Ketika orang-orang di sekitarnya menyuruhnya diam, Bartimeus berteriak lebih keras lagi (Markus 10:48). Bagi Yesus, ketekunan Bartimeus saat menaikkan permohonan doanya menunjukkan kemurnian imannya pada Allah untuk kesembuhan (Markus 10:52). Iman bukanlah suatu teknik atau formula yang kering dan hanya dilakukan sekali. Iman adalah sikap hati yang tetap tekun dalam percaya dan doa, sesulit apapun situasinya dan terus berdoa sampai dijawab dan itu dilakukan berulang-ulang

Bagaimana dengan Saudara? Ketika orang-orang di sekeliling Saudara mengatakan bahwa percuma untuk berdoa dan bahkan sudah berbulan-bulan doa belum dijawab! Hentikan teriakanmu! Sudahlah percuma berdoa, sudah menyerah saja! Dengar Saudara! Jangan berhenti berdoa! Terus berdoa sampai dijawab! Dan bahkan lebih keras lagi! Itulah yang dilakukan Bartimeus. Berdoa sampai sesuatu terjadi.

Doa yang mengubahkan adalah doa yang tidak pernah berhenti untuk berdoa. Karena iman itu polanya adalah terus menerus. Jika Saudara berdoa menggunakan  iman, berarti Saudara harus berdoa terus menerus sampai doa Saudara dijawab.