hidup tugas sementaraMazmur 39:4 (The Living Bible)

“Tuhan, tolong aku supaya bisa menyadari betapa singkatnya hidupku di dunia ini. Tolong aku supaya mengetahui bahwa aku hanya sebentar saja di dunia ini”

Hidup di dunia ini adalah sebuah tugas sementara. Dibanding dengan kekekalan, kehidupan ini sangat singkat. Dunia ini hanyalah tempat tinggal sementara, jadi jangan terlalu terikat. Dunia ini bukan rumah tetap Saudara atau tujuan akhir Saudara. Ada yang jauh lebih besar dalam kehidupan ini daripada sekedar beberapa tahun kehidupan di dunia ini. Identitas Saudara ada dalam kekekalan. Rumah Saudara yang sebenarnya adalah sorga (Filipi 3:19-20). Kalau Saudara memegang kebenaran ini maka Saudara akan berhenti kuatir untuk berusaha memiliki segalanya di dunia ini.

Tuhan memperingatkan supaya Saudara tidak terlalu terikat pada apa yang ada di sekitar kita, karena hal itu hanya sementara. Dunia ini memang menyediakan atraksi menarik, media yang menakjubkan, dan pengalaman-pangalaman yang menyenangkan. Seringkali hal itu membuat kita lupa bahwa pengejaran kebahagiaan bukanlah seperti itu. Waktu Saudara sadar bahwa kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah kepercayaan dan sebuah penugasan sementara, semua hal-hal duniawi kehilangan daya tariknya dari hidup Saudara. Kenyataan bahwa dunia ini bukan rumah Saudara memberikan penjelasan kepada kita sebagai pengikut Yesus mengapa kita mengalami kesusahan, kesedihan dan penolakan di dunia ini (1 Petrus 2:11). Dunia ini bukan rumah Saudara. Saudara diciptakan untuk sesuatu yang jauh lebih baik. Saudara boleh saja memiliki saat-saat bahagia di dunia ini, tetapi kebahagiaan tersebut tidak sebanding dengan kebahagiaan yang Tuhan rencanakan bagi Saudara (2 Korintus 4:18).

Jika kita beranggapan bahwa tujuan Tuhan bagi kehidupan kita adalah kelimpahan materi, keberhasilan atau kepopuleran seperti yang didefinisikan dunia ini adalah sebuah kesalahan fatal. Jangan pernah fokus pada mahkota-mahkota sementara. Jutaan orang setia telah menjadi martir, kehilangan segalanya, atau mati tanpa apa-apa. Tetapi akhir hidup mereka bukanlah akhir segala-galanya. Mereka melayani dengan setia berharap pada upah yang dijanjikan di sorga. Keberadaan Saudara di dunia ini bukan akhir cerita kehidupan Saudara. Perlu iman untuk hidup di dunia ini sebagai perantau (Ibrani 11:13,16).

Waktu hidup ini menjadi berat, waktu keraguan melanda Saudara, atau ketika berpikir bahwa hidup bagi Kristus tidak sebanding dengan usaha yang sudah Saudara lakukakan, ingatlah bahwa Saudara belum sampai di rumah Saudara yang sebenarnya, di sorga. Saat kematian itu berarti saat Saudara pulang ke rumah Bapa di sorga (2 Korintus 4:17-18).