24 04 2020 doa dan puasa Mazmur 35:13 
“Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku!” 
 
Kata “menyiksa diriku dengan berpuasa” dalam terjemahan lain disebutkan sebagai “merendahkan diri dengan berpuasa”. Tujuan utama berpuasa adalah untuk merendahkan diri. Tanggung jawab untuk merendahkan diri kita diletakkan atas kita. Kita tidak dapat memindahkan tanggung jawab itu kepada Tuhan
 
1. Ezra dan kaum buangan berpuasa untuk perlindungan Tuhan. 
Ezra sedang memimpin orang Yahudi buangan kembali ke Yerusalem. Jalur kembali sangat tidak aman. Ezra memilih untuk tidak memohon bantuan pada Raja Persia, tetapi ia lebih percaya kepada Tuhan. Mereka berpuasa dan merendahkan diri mereka di hadapan Allah. Dan Tuhan melindungi mereka (Ezra 8:21-23)
 
2. Yosafat dan bangsanya berpuasa untuk pembebasan Tuhan. 
Saat menghadapi serangan dari bani Moab dan bani Amon, Yosafat merendahkan dirinya di hadapan Tuhan (2 Tawarikh 20:2-4). Tuhan memberi mereka kelepasan (2 Tawarikh 20:22). Yesus juga puasa (Lukas 4:1-2).
 
Sebelum Yesus memasuki pelayanan-Nya, Dia harus melewati dua pengalaman yang sangat penting :
 
1. Dia harus dipenuhi oleh kuasa rohani dari Roh Kudus.
 
2. Dia harus berpuasa selama 40 hari di padang gurun. Puasa-Nya lah yang melepaskan kuasa Roh Kudus untuk mengalir tanpa halangan melalui hidup dan pelayananNya (Lukas 4:14).
 
Puasa dapat mengubah sejarah.
 
1. Kota Niniwe.
Ketika kota Niniwe akan ditunggangbalikkan oleh Allah, tanggapan orang Niniwe adalah bertobat dengan melakukan puasa dan meratap, termasuk ternak- ternaknya. Tuhan melihat perbuatan mereka dan mengampuni mereka (Yunus 3).
 
2. Orang Yahudi dalam kekaisaran Persia. 
Orang Yahudi sementara ada di pembuangan selama pemerintahan kekaisaran Persia. Ada orang jahat bernama Haman yang ingin membinasakan seluruh ras Yahudi. Tuhan mengangkat Ester menjadi ratu untuk membela orang Yahudi (Ester 4:15-17). Pada saat mereka mencari Tuhan dan berpuasa, nasib mereka mengalami perubahan (Ester 5:1-3).
Tuhan akan datang menolong kita. Mengubah seluruh situasi kita. Mengambil kemiskinan dan penyakit kita serta menyediakan segala kebutuhan kita. Akan ada kelimpahan dan tidak ada lagi celaan. Semuanya ini terjadi setelah kita berpuasa. Marilah kita berpuasa dan mengubah sejarah nasib kehidupan kita ! (Yoel 2:15,23-29).