Keluarga Greja“Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
~Yohanes 13:35~
 
Alkitab mengatakan seorang Kristen yang tak punya gereja adalah seperti anggota tubuh yang tak punya tubuh, seekor domba tanpa kawanan domba lain, atau seorang anak tanpa keluarga.  Itu adalah kondisi yang tak wajar.  Efesus 2:19 mengatakan “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah”.
 
Budaya individualisme yang independen di zaman sekarang ini telah menciptakan orang-orang percaya yang yatim piatu secara kerohanian, yang meloncat dari satu gereja ke gereja lain tanpa identitas, akuntabilitas atau komitmen.  Banyak yang percaya mereka bisa menjadi orang Kristen tanpa bergabung (atau bahkan menghadiri) gereja lokal, tapi Tuhan sangat tidak setuju dengan hal ini.
 
Gereja begitu penting sehingga Yesus mati di kayu salib baginya: “Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:25b)
 
Kecuali beberapa kali ketika Alkitab mengacu pada semua orang percaya sepanjang sejarah, hampir tiap kali kata gereja dipakai di Alkitab, kata itu mengacu pada jemaat gereja lokal. Dalam Perjanjian Baru, kata gereja itu mengacu pada keanggotaan dalam jemaat gereja lokal.
 
Keluarga gereja merupakan tanda bahwa Anda adalah sungguh-sungguh orang percaya.  Ada tak dapat mengaku mengikut Yesus kalau Anda tidak berkomitmen pada satu kelompok murid-murid Kristus.  Yesus berkata, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35)
 
Ketika kita berkumpul dalam kasih sebagai keluarga gereja dari latar belakang, suku dan status sosial yang berbeda-beda, kita juga memberikan kesaksian pada dunia (Galatia 3:28).
 
Renungan harian ini diambil dari "Pastor Rick’s Daily Hope by Rick Warren". Digunakan dengan ijin. Renungan harian ini dapat diakses melalui https;//global.pastorrick.com/indonesian