menebus dosa“Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.”

1 Petrus 4:8


Hukum yang pertama untuk belajar mengasihi Tuhan dan orang lain adalah bahwa penggunaan waktu yang terbaik adalah untuk mengasihi.  Ada dua alasan mengapa Anda perlu belajar untuk  mengasihi sebagai tujuan hidup Anda. 

Pertama, kasih menebus dosa Anda. 
 
Alkitab mengatakan dalam 1 Petrus 4:8, “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.”

Kasih Tuhan Yesus menebus dosa-dosa Anda, dan memberikan kekuatan kepada Anda untuk rela mengampuni orang lain.  Anda telah dimaafkan, dan Anda bisa memaafkan orang lain. 

Raja Daud dari Alkitab bukanlah orang yang sempurna.  Bahkan, ia sering berdosa.  Ia berbohong.  Ia menipu.  Ia mengambil istri orang lain.  Ia berzinah.  Ia bahkan membunuh orang lain untuk menutupi dosa-nya! 

Tetapi ketika Daud berdosa, ia mengakui dengan cepat, dan ia bertobat.  Ia tidak selalu melakukan apa yang benar, tetapi ia mencari Tuhan dan ingin melakukan yang benar.  Tuhan menyebut Daud sebagai orang yang berkenan di hati-Nya. 

Kok bisa Tuhan berkata demikian terhadap orang berdosa seperti Daud?  Karena lebih penting buat Anda untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati daripada menjadi sempurna.  Apakah Anda mengasihi Allah dengan segenap hatimu?  Apakah Anda mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri?  Melakukan hal itu akan menutupi banyak dosa. 

Kedua, kasih berkumandang selamanya. 

Anda perlu belajar bahwa yang penting sekarang adalah hubungan Anda dengan sesama. Bahkan, Alkitab mengatakan bahwa hidup tanpa kasih adalah sia-sia dan percuma: “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku” (1 Korintus 13:3 MSG). 

Jadi mengapa hubungan-hubungan kita sering bermasalah?  Kalau kita mengerti kasih, kenapa kita tidak mempunyai waktu untuk orang yang kita kasihi?  Karena kita sibuk.  Kita melakukan yang terbaik untuk sesuatu  yang tidak penting, dan mulai mengenyampingkan hubungan kita dengan sesama.

Tetapi tidak ada satupun yang bisa menggantikan kasih.  Hidup itu bukan soal menggapai sukses, memenuhi jadwal acara atau mencari penghargaan.  Tujuannya adalah kasih.  Jangan biarkan kesibukan membuat Anda lupa akan tujuan hidup ini.

Renungkan

Apakah artinya mengasihi Tuhan dengan “segenap hatimu”?

Bagaimana hubungan Anda dengan sesama dikorbankan karena kesibukan Anda?

Kasih Tuhan akan menebus dosa Anda, tetapi pertobatan apa yang perlu Anda lakukan sehingga Anda dapat sungguh-sungguh mencari hati Tuhan?
 
 
 
Renungan harian ini diambil dari "Pastor Rick's Daily Hope by Rick Warren". Digunakan dengan ijin.