renungan 9 13 Maret 20“Manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,”

1 Korintus 2:14a

Karunia rohani bukanlah hasil upaya Anda atau sesuatu yang layak Anda terima – makanya mereka disebut karunia! Mereka adalah ungkapan anugrah Tuhan pada Anda: “Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus” (Efesus 4:7)

Anda juga tak dapat memilih karunia rohani apa yang Anda dapatkan. Paulus menjelaskan bahwa Tuhan menetapkan bahwa “Semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.” (1 Korintus 12:11)

Karena Tuhan menyukai variasi, dan Ia mau tiap dari kita menjadi spesial, tidak ada satu karunia yang dibagikan buat semua orang, dan tidak ada seseorang yang menerima semua karunia itu.  Kalau Anda punya semua karunia, Anda tak butuh orang lain, dan itu bertentangan dengan salah satu tujuan Tuhan – untuk mengajarkan kita untuk saling bergantung dengan sesama kita.

Karunia rohani Anda tidak diberikan untuk manfaat Anda semata-mata, tapi untuk manfaat orang lain, seperti juga bagaimana orang lain diberikan karunia untuk manfaat Anda.  Alkitab mengatakan, “Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (1 Korintus 12:7).  Ketika kita memakai karunia roh kita masing-masing, kita semua mendapatkan manfaat.  Kalau orang lain tak memakai karunia-karunia roh mereka, Anda sebenarnya dicurangi, tapi kalau Anda tak memakai karunia-karunia roh Anda, mereka dicurangi.  Itulah sebabnya Tuhan mau kita menemukan dan mengembangkan karunia-karunia roh kita.

Tiap kali kita lupa dengan hal-hal yang sederhana tentang karunia rohani, akan ada kesulitan di gereja.  Dua masalah yang biasa terjadi adalah iri hati terhadap karunia roh orang lain dan proyeksi karunia roh kita kepada orang lain. 

  • Masalah yang pertama terjadi ketika kita membandingkan karunia roh kita dengan karunia roh orang lain, merasa tidak puas dengan apa yang Tuhan sudah berikan pada kita, dan menjadi kesal atau iri dengan cara Tuhan memakai orang lain.
  • Masalah yang kedua terjadi ketika Anda mengharapkan tiap orang lain memiliki karunia roh Anda, melakukan apa yang Anda dipanggil untuk lakukan, dan punya semangat yang sama terhadap panggilan itu seperti Anda.  Alkitab mengatakan, “Ada rupa-rupa pelayanan, tapi satu Tuhan” (1 Korintus 12:5).

Kadang-kadang karunia rohani terlalu ditekankan sehingga faktor-faktor lain yang Tuhan pakai untuk mempersiapkan pelayanan Anda bisa terabaikan.  Jadi perlu diingat, karunia Anda mengungkapkan hanya satu bagian dari kehendak Allah bagi pelayanan Anda, tetapi tidak semuanya.

Renungkan

Mengapa menurut Anda Tuhan mau Anda belajar untuk saling bergantung dengan sesama?

Apa yang perlu berubah dari cara Anda melayani ketika Anda mempertimbangkan bahwa karunia roh adalah untuk manfaat orang lain bukan diri sendiri?

Pikirkan satu saat ketika Anda menjadi kecil hati karena orang lain tidak bersemangat dengan pelayanan mereka seperti Anda. Bagaimana

Tuhan mau Anda mengubah sikap Anda?

Renungan ini diambil dari "Pastor Rick's Daily Hope by Rick Warren".